budaya daerah toroh

Tradisi si daerah toroh misalnya, sebelum sebelum lebaran(tepatnya satu hari menjelang lebaran) , masyarakat setempat secara serempak pergi menuju makam untuk berziarah kubur, tapi ini hanya terbatas laki-laki saja, atas rekomendasi dari tokoh masyarakat setempat. Kebiasaan seperti ini hanya dilakukan oleh masyarakat nahdhiyyin.
             Adapun ketika tepat hari lebaran, kaum perempuan disibukkan dengan menata ruang tamu, diatur sebagus mungkin, serta dihiasi dengan aneka makanan ringan ringan yang begitu variatif, misalnya marning, pisang goreng, danm sebagainya. Berbeda dengan kaum perempuan, kaum laki-laki disibukkan dengan persiapan untuk pergi ke masjid, tentunya dengna tujuan melaksanakan shalat idul fitri berjamaah, baik besar maupun kecil, tua maupun muda. Namun kaum prempuan tidak ikut shalat jamaah, krena kesibukan mereka menyambut lebaran. Biasanya setelah selesai menjalankan shalat idul fitri, mereka bermushafahah terlebih dahulu di dalam masjid. Barulah setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan memakan nok  yang diantar oleh istri, maupun keluarga mereka.isinya bisa berupa apa saja, yang terpenting  adalah terciptanya rasa kebersamaan diantara mereka. setelah selesai, mereka langsung menuju lapangan untuk bermushafahah dengan tetangga desa yang dikomandoi oleh tokoh masayarakat. Sementara itu kaum perempuan lebih dahulu dolan  ke setiap rumah. Barulah setelah mushafahah selesai, mereka juga ikut dolan, sama seperti yang dilakukakan oleh kaum perempuan. Biasanay yang menunngu tamu dirumah adalah mereka yang sudah berusia lanjut.
            Adapun hari ketujuh setelah lebaran, ada bodo kupatan, dinamakan demikian karena seluruh masyarakat membuat kupat  setelah sebelumnay puasa sampai hari ketujuh. Acaranya dilangsungkan di masjid atau di mushalla, kupat yang dibawa oleh kaum laki-laki kemudian di kumpulkan menjadi satu, kemudian salah satu tokoh masyarakat memimpin do’a, kemudian barulah kupat tersebut dibagikan kembali, setelah sebelumnya diacak.demikian tradisi yang terjadi di daerah tesebut. Tradisi yang secara turun-temurun diwariskan oleh para pendahulu mereka.Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s