ilmu pedidika islam

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Ilmu pendidikan islam merupakan ilmu pendatang baru (new comer), hadir sekitar abad ke 20. Eksistenai ilmu pendidikan islam sangat mungkin untuk terus tumbuh dan berkembang sebagai satu disiplin keilmuan dalam kelompok i lmu-ilmu sosial dalam islam. Pada dasarnya, ilmu pendidikan islam membahas berbagai komponen pendidikan, antara lain : misi, tujuan, kurikulum, dan proses belajar mengajar secara sistematik, dan sebagainya.

Dirasa pentingnya ilmu pendidikan islam untuk dipelajari oleh peserta didik. Maka, hal itu mengilhami pemakalah untuk membuat makalah ilmu pendidikan islam. Namun, disini pemakalah lebih mengkhususkan pada pembahasan dasar-dasar dan tujuan ilmu pendidikan islam.

1.2  Rumusan Masalah

1)            Apa sajakah dasar-dasar pendidikan islam ?

2)            Apa tujuan pendidikan islam?

1.3  Tujuan

  1. Mengetahui dasar-dasar pendidikan islam.
  2. Mengetahui tujuan pendidikan islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Dasar-Dasar Pendidikan Islam

A. pengertian  dasar-dasar pendidikan islam

Dalam kosakata bahasa Indonesia, kata dasar memiliki banyak arti. Diantaranya tanah yang dibawah air, bagian yang terbawah, pokok  atau pangkal. Sedangkan dalam bahasa inggris, kosakata dasar merupakan terjemahan dari kosakata foundation atau fundamen.

Abdul mujid dan juyuf mudzakar berpendapat, bahwa dasar pendidikan islam merupakan landasan operasional yang dijadikan untuk merealisasikan dasar ideal/ sumber pendidikan islam. Namun, Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A lebih cenderung mengatakan, bahwa dasar pendidikan bukanlah landasan operasional, tetapi lebih merupakan landasan konseptual. Karena dasar pendidikan tidak secara langsung memberikan dasar bagi pelaksanaan pendidikan, namun lebih memberikandasar bagi penyusunan konsep pendidikan.

B. Macam-macam dasar pendidikan islam

Menurut hasan langgulung, bahwa dasar pendidikan islam terdapat enam macam, yaitu histories, sosiologis, ekonomi, politik, administrasi, psikologi dan filosofis, yang mana keenam dasar itu berpusat pada dasar filosofis[1]. Pendapat hasan langgulung ini, menurut abdul majid dan jusuf mudzakir dinilai agak sekuler, karena selain tidak memasukkan dasar religius, juga menjadi filsafat sebagai induk dari segala dasr. Menurut   abdul majid dan jusuf mudzakir, bahwa dalam islam, dasar operasional segala sesuatu yaitu agama, sebab agama menjadi frame bagi setiap aktivitas yang bernuansa keislaman. Dengan agama, maka semua aktivitas kependidikan menjadi bermakna, mewarnai dasar lain, dan bernilai ubudiyyah. Oleh karena itu, dasar operasional pendidikan yang enam diatas perlu ditambahkan dasar yang ketujuh, yaitu agama.[2]

Dilihat dari segi sifat dan sumbernya, dasar pendidikan terdiri dari dasar keagamaan, filsafat dan ilmu pengetahuan. Yang akan dijelaskan  sebagai berikut :

  1. Dasar Keagamaan atau Dasar Religius

Dasar religius sebagaimana dikemukakan abdul majid dan jusuf mudzakir adalah  dasar yang diturunkan dari ajaran agama[3]. Adapun tujuan dari agama yaitu untuk memelihara jiwa manusia (hifdz al-nafs), memelihara agama (hifdz ad-din), memelihara akal pikiran (hifdz al-‘aql), memelihara keturunan (hifdz al-nasl), dan memelihara benda (hifdz al-maal). Pendapat lain mengatakan, bahwa inti ajaran agama ialah terbentuknya akhlak mulia yang bertumpu pada hubungan yang harmonis antara manusia dan Tuhan, dan antara manusia dan manusia.

Dengan demikian, dasar religius berkaitan dengan memelihara dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, serta memeliharamoraliotas manusia. Dasar religius ialah dasar yang bersifat humanisme-teocentris, yaitu dasar yang memperlakukan dan memuliakan manusia sesuai dengan petunjuk Alloh SWT, dan dapat pula berarti dasar yang mengarahkan manusia agar berbakti, patuh, dan tunduk kepada Alloh SWT, dalam rangka memuliakan manusia. Dasar religius seperti inilah yang harus dijadikan dasar begi perumusan berbagai komponen pendidikan.

Dasar keagamaan bersumber dari ajaran agama (Al-Qur’an dan Hadist).

  1. Dasar Filsafat Islam

Dasar filsafat adalah dasar yang digali dari hasil pemikiran spekulatif, mendalam, sistematik, radikal, dan universal tentang berbagai hal yang selanjutnya digunakan sebagai dasar bagi perumusan konsep ilmu pendidikan islam. Dalam filsafat islam dijumpai pembahasan tentang masalah ketuhanan, alam jagat raya, manusia, masyarakat, ilmu pengatahuan, dan akhlak.

Dalam filsafat ketuhanan dijummpai uraian yang mendalam tentang sifat-sifat dan perbuatan Tuhan serta hubungannya dengan sifat dan perbuatan manusia. Selanjutnya dalam filsafat tentang alam jagat raya terdapat uraian, bahwa alam raya ini merupakan bukti adanya sifat-sifat Alloh SWT yang maha sempurna.

Dalam filsafat tentang ilmu pengetahuan dijumpai uraian, bahwa seluruh ilmu pengetahuan pada hakikatnyaberasal dari Alloh   SWT, karena sumber ilmu pengetahuan (ontologi) berupa wahyu, alam jagat raya, fenomina social, intuisi, kemampuan berpikir dan dzauq berasal dari Alloh SWT. Dari wahyu lahir ilmu agama, dari alam jagat raya lahir ilmu pengetahuan alam (sains), dari fenomina social lahir ilmu-ilmu social, dari intuisi lahir sastra dan seni, dari kemampuan berpikir lahir filsafat, dan dari dzauq lahir ilmu makrifat, dan tasawuf.

Secara aksiologi setiap ilmu sebagaimana tersebut diatas mengandung nilai dan manfaat untuk ummat manusia. Namun demikian, tingkat manfaatnya bertingkat-tingkat sesuai dengan tujuan ilmu-ilmu tersebut.

Dengan filsafat ilmu pengetahuan yang demikian itu, maka akan dijumpai pandangan, bahwa didalam islam tidak ada pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum, antara ilmu yang berasal dari akal dan dari hati. Semua itu pada hakikatnya dari Alloh SWT. Dasar Filsafat bersumber dari pemikiran filsafat.

  1. Dasar ilmu pengetahuan

Yang dimaksud dengan dasar ilmu pengetahuan adalah dasar nilai guna dan manfaat yang terdapat dalam setiap ilmu pengetahuan bagi kepentingan pendidikan dan pengajaran. Didalam uraian tentang epistemologi ilmu pengetahuan tersebut diatas telah dijelaskan, bahwa setiap ilmu pengetahuan  memiliki tujuan danmanfaatnya sendiri-sendiri. Berbagai manfaat ilmu pengetahuan tersebut harus digunakan sebagai dasar ilmu pendidikan islam. Dasar ilmu pengetahuan berasal dari hasil penelitian terhadap fenomena alam dan social.

2.2  Tujuan Pendidikan Islam

Didalam bahasa Arab terdapat sejumlah istilah yang berkaitan dengan tujuan pendidikan. Sejumlah ini antara lain al-niyat, al-iradah, al-ghardu, al-qoshdu, al-hadp, dan al-ghayah.

Dilihat dari segi cakupan atau ruang lingkupnya, tujuan pendidikan dapat dibagi dalam enam tahapan sebagai berikut.

  1. Tujuan pendidikan islam secara universal

Rumusan tujuan pendidikan yang bersifat universal dapat dirujuk pada hasil kongres sedunia tentang pendidikan islam sebagai berikut.

“Education should aim at the balanced growth of total personality of man through the training of man’s spirit,……”

Tujuan pendidikan islam yang bersifat universal ini dirumuskan dari berbagai pendapat para pakar pendidikan, seperti Al-Attas, Athiyah al-Abrasy, Munir Mursi, Ahmad D. Marimba, Muhammad Fadhil al- jamali.

Al-Attas menghendaki tujuan pendidikan islam yaitu manusia yang baik. Sedangkan Athiyah al-Abrasy menghendaki tujuan akhir pendidikan islam yaitu manusia yang berakhlak mulia. Munir Mursi menghendaki tujuan akhir pendidikan yaitu manusia sempurna. Ahmad D. Marimba berpendapat bahwa tujuan pendidikan islam adalah terbentuknya orang yang berkepribadian muslim.

Mukhtar yahya berpendapat, bahwa tujuan pendidikan islam adalah memberikan pemahaman ajaran-ajaran islam pada peserta didik dan membentuk keluhuranbudi pekerti sebagaimana misi Rosululloh SAW sebagai pengemban perintah menyempurnakan akhlak manusia, untuk memenuhi kebutuhan kerja.

Tujuan pendidikan islam yang bersifat universal tersebut memiliki cirri-ciri sebagai berikut:

v   Mengandung prinsip universal(syumuliyah) antara aspek aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah. Keseimbangan dan kesederhanaan (tawazun dan iqtisyadiyah) antara aspek pribadi, komunitas, dan kebudayaan. Kejelasan (tabayyun), terhadap aspek kejiwaan manusia (qalb, akal dan hawa nafsu) dan hokum setiap masalah.

v   Mengandung keinginan untuk mewujudkan manusia yang sempurna (insane kamil) yang didalamnya memiliki wawasan kafah agar mampu menjalankan tugas-tugas kehambaan, kekholifahan, dan pewaris nabi.

  1. Tujuan Pendidikan Islam Secara Nasional

Yang dimaksud dengan tujuan pendidikan islam secara nasional ini adalah tujuan islam yang dirumuskan oleh setiap Negara (islam). Dalam kaitan ini, maka setiap Negara merumuskan tujuan pendidikannya dengan mengacu kepada tujuan universal. Tujuan pendidikan islam secara nasional diindonesia, tampaknya secara eksplisit belum dirumuskan, karena Indonesia bukanlah Negara islam. Untuk itu tujuan pendidikan islam secara nasional dapat dirujuk kepada tujuan pendidikan  yang terdapat dalam UUD  Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional.

Rumusan tujuan pendidikan nasional tersebut, walaupun secara eksplisit tidak menyebutkan kata-kata islam, namun subtansinya memuat ajaran islam.

  1. Tujuan pendidikan islam secara institusional

Adalah tujuan pendidikan yang dirumuskan oleh masing-masing lembaga pendidikan islam, melai dari tingkat taman kanak-kanak atau roudlotul atfal, sampai dengan perguruan tinggi.

  1. Tujuan Pendidikan Islam Pada Tingkat Program Studi (Kurikulum)

Tujuan pendidikan islam pada tingkat program studi (kurikulum adalah tujuan pendidikan yang disesuaikan dengan program studi.

  1. Tujuan Pendidikan Islam Pada Tingkat Mata Pelajaran

Adalah tujuan pendidikan yang didasarkan pada tercapainya pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran islam yang terdapat pada bidang studi atau mata pelajaran tertentu.

  1. Tujuan Pendidikan Islam Pada Tingkat Pokok Bahasan

Yaitu tujuan pendidikan yang didasarkan pada tercapainya kecakapan (kompetensi) utama dan kompetensi dasar yang terdapat pada pokok bahasan tertentu.

  1. Tujuan Pendidikan Islam Pada Tingkat Subpokok Bahasan

Yaitu tujuan pendidikan yang didasarkan pada tercapainya kecakapan yang terlihat pada indicator-indikatornya secara terukur.

Dengan tercapainya kompetensi pada tingkat subpokok bahasan, maka akan tercapailah kompetensi pada tingkat pokok bahasan, dengan tercapainya kompetensi pada tingkat pokok bahasan, maka akan tercapailah kompetensi pada tingkat mata pelajaran, dan seterusnya.

Selain tujuan pendidikan yang dilihat dari segiruang lingkup dan cakupannya sebagaimana diatas, terdapat pula tujuan pendidikan yang dilihat dari segi kepentingan masyarakat, individu peserta didik, dan gabungan antara keduanya.

Pertama, Tujuan pendidikan dari segi kepentingan sosial, adalah tujuan pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat. Termasukpula didalamnya tujuan pendidikan yang diharapkan oleh agama, masyarakat, negara, ideologi, organisasi, dan sebagainya. Dalam konteks ini, makapendidikan sering kali menjadi alat untuk mentransformasikan nilai-nilai yang dikehendaki oleh agama, masyarakat, negara, ideologi, dan organisasi tersebut.

Kedua, Tujuan Pendidikan islam dari segi kepentingan individual yaitu tujuan yang menyangkut individu, melalui proses belajar dalam rangka mempersiapkan dirinya dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Ketiga, Tujuan Pendidikan dari segi perpaduan ( konvergensi ) antara bakat dari diri anak dan nilai budaya yang berasal dari luar. Dengan pandangan ini, maka dari satu sisi pendidikan memberikan ruang gerak dan kebebasan bagi peserta didik untuk mengekspresikan bakat, minat, dan potensinya yang bersifat khas individualistik, namun dari sisi lain pendidikan memberikan atau memasukkan nila-nilai atau ajaran yang bersifat universal dan diakui oleh masyarakat kedalam diri anak.

DAFTAR PUSTAKA

Daradjat, Zakiyah, Dkk, 2012, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : PT Bumi Aksara.

Langgulung, Hasan, 1988, Asas-asas Pendidikan Islam, Jakarta : PT Al-Husna

Mujib, Abdul dan Jusuf Mudzakir, 2006, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Frenada Media.

Nata, Abuddin, 2010, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Kencana Prenada Madia Group.

 


[1] Hasan Langgulung, Asas-asas pendidikan islam, (jakarta : PT Al-Husna, 1988),Cet. Ke 1 , hlm. 6-12.

[2] Abdul Mujib dan  Jusuf  Mudzakir, Ilmu Pendidikan Islam, Loc. Cit., hlm. 44.

[3] Ibid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s